Kamis, 05 Desember 2013

6 Manfaat Mandi Sebelum Subuh

Semoga dengan mengetahui Manfaat Mandi Sebelum Subuh, kita bisa lebih bergairah lagi untuk bangun pagi, sehingga shalat subuh kita tetap terjaga tentunya...aamiin

Menurut penelitian sains, kandungan ozon pada waktu pagi lebih tinggi dari waktu yang lain. Perlu diketahui, gas ozon ini sangat penting untuk tubuh kita. Jika kita mandi sebelum waktu subuh, ia bukan saja akan membersihkan tapi juga akan memberikan kesegaran dan manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.


Berikut adalah
6 Manfaat Mandi pagi Sebelum Subuh


  1. Kulit lebih lembut dan halus
    Anda memiliki lingkaran hitam di bawah bola mata, ternyata mandi sebelum subuh dengan air dingin dapat mengurangi warna gelap di bawah mata anda tersebut. Begitu juga dengan kuku kuku pada kaki dan tangan, ia akan menjadi lebih  kuat dan tidak mudah retak. Kulit juga menjadi lebih lembut dan halus.

  2. Melancarkan peredaran darah
    Jika peredaran darah anda lancar maka tubuh anda akan menjadi lebih sehat dan bertenaga. Dan anda juga tidak akan cepat merasa letih ketika seharian beraktivitas. 

  3. Meningkatkan kesuburan
    Ternyata Mandi seblum subuh juga bisa meningkatkan hormon testosteron pada lelaki dan hormon estrogen untuk wanita.

  4. Mengurangi resiko darah tinggi
    Untuk anda yang memiliki penyakit darah tinggi, mandi di waktu pagi sebelum subuh ternyata merupakan solusi hebat tanpa obat untuk neyembuhkan penyakit darah tinggi anda.

  5. Mengobati stres
    Air yang dingin diwaktu pagi akan melancarkan kembali peredaran darah setelah lama berbaring ketika tertidur. Buat anda yang mengalami depresi, inilah cara yang terbaik untuk anda menghilangkannya. oleh karena itu, mulai sekarang biasakanlah mandi pagi sebelum subuh.

  6. Meningkatkan sel darah putih
    Mandi dengan air dingin ternyata juga akan meningkatkan sel darah putih di dalam tubuh badan. Sebagaimana diketahui, sela darah putih sangat berperan untuk kekebalan tubuh terhadap virus dan penyakit.
Demikian 6 Manfaat Mandi Pagi Sebelum Subuh, semoga kita bisa membiasakan untuk bangun lebih pagi, dan tentunya lebih pagi juga, semoga bermanfaat, Wassalamualaikum

Rabu, 04 Desember 2013

Informasi Jadwal BBM

Assalamu'alaikum Wr. WB.
Apa kabar sahabat cagur? Jawabnya Alhamdulillah, luar biasa, Allahuakbar (harus).
Diinformasikan untuk semua cagur PMTK baik kelas pagi A, B, C maupun kelas sore untuk jadwal BBM (Belajar Bersama Matematika) ganti jam tayang dan ganti kontrak sutradara.

Waktu Pelaksanaa        :    Setiap Hari Sabtu
Pukul                           :    16.00 WIB
Tempat                        :    Kondisional (kumpul di gedung A UNIKAL)
Pemeran                      :    Mahasiswa PMTK yang bersedia
Sutradara                     :    HIMAPTIKA UNIKAL
Sie. Pelaksana              :    Rekan/Rekanita POSOF

Demikianlah informasi hari ini, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 26 November 2013

MUHAMMAD BIN MUSA AL-KHAWARIZMI : Sang Penemu Angka 0 (Nol)

 Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat pagi sahabat cagur, sudah mandi belum? kali ini kami akan posting mengenai sejarah angka nol, nah lo, ternyata angka nol pun punya sejarah sahabat, pingin tahu? langsung aja baca artikel di bawah ini, ingat ya sahabat membaca tanpa membayangkan sama saja dengan makan tanpa bisa dicerna.
Oleh: Yusmichad Yusdja *
Misteri Bilangan 0 (nol)

Bilangan 0

Bilangan 1-9
Ratusan tahun yang lalu, manusia hanya mengenal 9 lambang bilangan yakni 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Kemudian, datang angka 0, sehingga jumlah lambang bilangan menjadi 10 buah. Tidak diketahui siapa pencipta bilangan 0, bukti sejarah hanya memperlihatkan bahwa bilangan 0 ditemukan pertama kali dalam zaman Mesir kuno. Waktu itu bilangan nol hanya sebagai lambang. Dalam zaman modern, angka nol digunakan tidak saja sebagai lambang, tetapi juga sebagai bilangan yang turut serta dalam operasi matematika. Kini, penggunaan bilangan nol telah menyusup jauh ke dalam sendi kehidupan manusia. Sistem berhitung tidak mungkin lagi mengabaikan kehadiran bilangan nol, sekalipun bilangan nol itu membuat kekacauan logika. Mari kita lihat.


SEJARAH ANGKA NOL

Al-Khawarizmi dikenal sebagai bapak Aljabar memperkenalkan bilangan nol (0), dan penerjemah karya-karya Yunani kuno. Kisah angka nol Konsep bilangan nol telah berkembang sejak zaman Babilonia danYunani kuno, yang pada saat itu diartikan sebagai ketiadaan dari sesuatu. Konsep bilangan nol dan sifat-sifatnya terus berkembang dari waktu ke waktu. Hingga pada abad ke-7, Brahmagupta seorang matematikawan India memperkenalkan beberapa sifat bilangan nol. Sifat-sifatnya adalah suatu bilangan bila dijumlahkan dengan nol adalah tetap, demikian pula sebuah bilangan bila dikalikan dengan nol akan menjadi nol. Tetapi, Brahmagupta menemui kesulitan, dan cenderung ke arah yang salah, ketika berhadapan dengan pembagian oleh bilangan no,l “sebuah bilangan dibagi oleh nol adalah tetap”. Tentu saja ini suatu kesalahan fatal. Tetapi, hal ini tetap harus sangat dihargai untuk ukuran saat itu
Ide-ide brilian dari matematikawan India selanjutnya dipelajari oleh matematikawan Muslim dan Arab. Hal ini terjadi pada tahap-tahap awal ketika matematikawan Al-Khawarizmi meneliti sistem perhitungan Hindu (India) yang menggambarkan sistem nilai tempat dari bilangan yang melibatkan bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Al-Khawarizmi adalah yang pertama kali memperkenalkan penggunaan bilangan nol sebagai nilai tempat dalam basis sepuluh. Sistem ini disebut sebagai sistem bilangan decimal.Selain itu Al Khawarizmi merupakan penulis kitab aljabar (matematika) pertama di muka bumi. Beliau juga seorang ilmuan jenius pada masa keemasan Baghdad yang sangat besar sumbangsihnya terhadap ilmu aljabar dan aritmetika. Karyanya, Kitab Aljabr Wal Muqabalah (Pengutuhan Kembali dan Pembandingan) merupakan pertama kalinya dalam sejarah dimana istilah aljabar muncul dalam kontesk disiplin ilmu. Nama aljabar diambil dari bukunya yang terkenal tersebut. Karangan itu sangat populer di negara-negara barat dan diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Latin dan Italia. Bahasan yang banyak dinukil oleh ilmuwan barat dari karangan Al-Khawarizmi adalah tentang persamaan kuadrat. Sumbangan Al-Khwarizmi dalam ilmu ukur sudut juga luar biasa. Tabel ilmu ukur sudutnya yang berhubungan dengan fungsi sinus dan garis singgung tangen telah membantu para ahli Eropa memahami lebih jauh tentang ilmu ini. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus dan kotangen serta konsep diferensiasi.
Karya-karya al-Khawarizmi di bidang matematika sebenarnya banyak mengacu pada tulisan mengenai aljabar yang disusun oleh Diophantus (250 SM) dari Yunani. Namun, dalam meneliti buku-buku aljabar tersebut, al-Khawarizmi menemukan beberapa kesalahan dan permasalahan yang masih kabur. Kesalahan dan permasalahan itu diperbaiki, dijelaskan, dan dikembangkan oleh al-Khawarizmi dalam karya-karya aljabarnya. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila ia dijuluki ”Bapak Aljabar.”Di bidang ilmu ukur, al-Khawarizmi juga dikenal sebagai peletak rumus ilmu ukur dan penyusun daftar logaritma serta hitungan desimal. Namun, beberapa sarjana matematika Barat, seperti John Napier (1550–1617) dan Simon Stevin (1548–1620), menganggap penemuan itu merupakan hasil pemikiran mereka. Selain matematika, Al-Khawarizmi juga dikenal sebagai astronom. Di bawah Khalifah Ma’mun, sebuah tim astronom yang dipimpinnya berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Penelitian itu dilakukan di Sanjar dan Palmyra. Hasilnya hanya selisih 2,877 kaki dari ukuran garis tengah bumi yang sebenarnya. Sebuah perhitungan luar biasa yang dapat dilakukan pada saat itu. Al-Khawarizmi juga menyusun buku tentang penghitungan waktu berdasarkan bayang-bayang matahari.
Setelah al-Khawarizmi meninggal, keberadaan karyanya beralih kepada komunitas Islam. Yaitu, bagaimana cara menjabarkan bilangan dalam sebuah metode perhitungan, termasuk dalam bilangan pecahan; suatu penghitungan Aljabar yang merupakan warisan untuk menyelesaikan persoalan perhitungan dan rumusan yang lebih akurat dari yang pernah ada sebelumnya. Di dunia Barat, Ilmu Matematika lebih banyak dipengaruhi oleh karya al-Khawarizmi dibanding karya para penulis pada Abad Pertengahan. Masyarakat modern saat ini berutang budi kepada al-Khawarizmi dalam hal penggunaan bilangan Arab. Notasi penempatan bilangan dengan basis 10, penggunaan bilangan irasional dan diperkenalkannya konsep Aljabar modern, membuatnya layak menjadi figur penting dalam bidang Matematika dan revolusi perhitungan di Abad Pertengahan di daratan Eropa. Dengan penyatuan Matematika Yunani, Hindu dan mungkin Babilonia, teks Aljabar merupakan salah satu karya Islam di dunia Internasional.